makanan khas temanggung
https://www.google.com/search?q=makanan+khas+temanggung&oq=makanan+khas+temanggung&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIHCAEQIRiPAjIHCAIQIRiPAtIBCDM0NjlqMGoxqAIAsAIA&sourceid=chrome&ie=UTF-8
ENTHO COTOT MAKANAN KHAS TRADISONAL TEMANGGUNG
Oleh: Melani Mayasari
Tahukah kalian, sebagai negara kepulauan, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah dari sektor pertaniannya salah satunya berupa tanaman singkong.
Singkong adalah tanaman ubi kayu yang sangat familiar di kalangan masyarakat karena mudah tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang menjadi penghasil terbesar tanaman singkong dengan jumlah 19-20 juta ton. Hal ini dibuktikan dengan sebanyak 13 provinsi sebagai sentra produksi singkong dan yang menjadi 5 besar terdapat di Pulau Jawa.
Singkong terbilang sebagai tanaman rakyat yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditi pangan utama. Penggunaan singkong sendiri sudah sejak lama dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan makanan tradisional dan sudah bisa ditemukan di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.
Jika mampir ke daerah Temanggung pasti tidak asing di telinga jika mendengar kata "Entho Cotot." Makanan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak makanan tradisional yang ada di Temanggung.
Makanan ini memiliki keunikan yang dilihat dari penamaannya. Jika kita mendengarnya pasti secara tidak langsung kita akan langsung mengetahui seperti apasih entho cotot itu. Entho cotot berasal dari dua kata yaitu, "entho" dan "cotot," kata "entho" merupakan nama lain dari penyebutan kata getuk dan kata "cotot" yang dalam bahasa Jawa diartikan seperti muncrat atau dalam bahasa Indonesia adalah keluar secara tiba-tiba. Sedangkan dalam bahasa gaulnya sendiri bisa direpresentasikan dengan kata "melted." Kata yang tentunya bagi sebagian orang familiar.
Kenapa sih bisa terjadi? Itu terjadi karena di dalam makanan tersebut berisikan gula pasir, yang akan meleleh ketika digoreng sehingga ketika kita makan, isian dari gula pasir akan menyembur dan sensasi di mulut akan terasa seperti meledak dan muncrat. Di Temanggung sendiri sudah banyak dijumpai para penjual entho cotot dengan harga mulai dari 2000-an perbuah. Terbilang ramah di kantong dan bisa menjadi opsi pilihan bagi kalian untuk mencobanya jika berkunjung ke Temanggung, bukan?
Jika kita berniat untuk mencoba merasakan sensasi dari meledaknya entho cotot, kita juga bisa membuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari dan harganya yang terjangkau. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah singkong, garam (secukupnya), gula pasir (secukupnya) dan minyak untuk menggoreng. Langkah-langkah dalam pembuatannya sebagai berikut:
Singkong dikupas, kemudian dibersihkan dan dikukus hingga matang.
Angkat singkong yang sudah dikukus, kemudian ditumbuk hingga halus dan diberi garam secukupnya dan diratakan.
Ambil adonan kemudian dibentuk ppih, diberi isian gula pasir dan dirapatkan menjadi bentuk oval, diusahakan tidak ada bagian yang terbuka. Lakukan hal tersebut berulang kali sampai adonan habis.
Goreng menggunakan api kecil, jangan dibolak-balik agar tidak merusak bentuk. Untuk gorengnya sampai berwarna kuning keemasan, kemudian angkat dan disajikan.
Dimakan dalam keadaan hangat sehingga sensasi dari meledaknya isian gula pasir akan lebih terasa. Bisa juga disajikan dengan kombinasi teh anget akan menambah kenikmatan lain.
Jika mampir ke daerah Temanggung pasti tidak asing di telinga jika mendengar kata "Entho Cotot." Makanan tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak makanan tradisional yang ada di Temanggung.
Makanan ini memiliki keunikan yang dilihat dari penamaannya. Jika kita mendengarnya pasti secara tidak langsung kita akan langsung mengetahui seperti apasih entho cotot itu. Entho cotot berasal dari dua kata yaitu, "entho" dan "cotot," kata "entho" merupakan nama lain dari penyebutan kata getuk dan kata "cotot" yang dalam bahasa Jawa diartikan seperti muncrat atau dalam bahasa Indonesia adalah keluar secara tiba-tiba. Sedangkan dalam bahasa gaulnya sendiri bisa direpresentasikan dengan kata "melted." Kata yang tentunya bagi sebagian orang familiar.
Kenapa sih bisa terjadi? Itu terjadi karena di dalam makanan tersebut berisikan gula pasir, yang akan meleleh ketika digoreng sehingga ketika kita makan, isian dari gula pasir akan menyembur dan sensasi di mulut akan terasa seperti meledak dan muncrat. Di Temanggung sendiri sudah banyak dijumpai para penjual entho cotot dengan harga mulai dari 2000-an perbuah. Terbilang ramah di kantong dan bisa menjadi opsi pilihan bagi kalian untuk mencobanya jika berkunjung ke Temanggung, bukan?
Jika kita berniat untuk mencoba merasakan sensasi dari meledaknya entho cotot, kita juga bisa membuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari dan harganya yang terjangkau.
bahan bahanya ada di atas.
( Nazifa Husna Hasanah ) wow sangat bagus dan menarik,dan kelihatan enak .
ReplyDelete(syafa khairunnisa) wow kelihatan nya enak sekali
ReplyDelete(Minnati Rosda) kelihatannya sangat enak
ReplyDeleteSEPERTINYA ENAK(Ayu Ajeng ROHAYATI)
ReplyDelete